Pengertian Akidah Islam Lengkap

Akidah islam adalah ikatan tali batin berupa janji orang yang beriman kepada Allah swt. Sebagai Tuhannya, untuk menerima semua perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Berpegang teguh pada akidah Islam dapat membuat hati dan jiwa tentram dan tenang serta bersih dari kebimbangan dan keragua-raguan.

Akidah Islam

Pengertian Akidah Islam

Akidah merupakan kata dalam bahasa Arab yang berasal dari kata ‘aqada. Menurut bahasa, kata tersebut mempunyai arti ikatan dua utas tali dalam satu simpul sehingga menjadi tersambung. Dengan demikian, akidah menurut bahasa adalah ikatan. Contohnya, manusia harus memegang janji yang telah diikatkan dalam hati, baik janji kepada Allah swt, maupun janji antara sesama manusia. Janji itu harus ditepati dan tidak boleh diingkari.

Pengertian Akidah Menurut Istilah

Akidah menurut istilah adalah beberapa urusan yang harus dibenarkan oleh hati yang mendatangkan ketentraman jiwa menjadi keyakinan dan tidak tercampur sedikit pun dengan keragu-raguan.

Defenisi lain disebutkan bahwa akidah adalah sejumlah urusan yang secara umum dapat diterima kebenarannya oleh akal manusia berdasarkan wahyyu Allah swt. Kebenaran itu diletakkan di dalam hati, diyakini kebenarannya, serta menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.

Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa akidah adalah dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran Islam yang wajib dipegang oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat.

Berakidah tidak boleh setengah-tengah, harus mantap, dan sepenuh hati dalam meyakininya. Orang yang mempunyai akidah kuat akan tentram hatinya karena mempunyai pedoman hidup, sebagaimana firman Allah swt dalam (Q.S. Al-Baqarah: 208).

“ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti setan. Sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu. (Q.S. Al-Baqarah: 208)”

Dasar-Dasar Hukum Akidah Islam

Akal fikiran manusia menghendaki agar kebenaran yang diyakini mempunyai dasar-dasar hukum yang kuat. Dasar hukum islam sebagaimana yang kita ketahui bersama ada dua, yaitu:

Al-Qur’an

Al-Qur’ab adalah firman Allah swt. Yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril. Di dalam kita suci Al-Qur’an itulah diterangkan akidah islam sesuai kehendak Allah SWT. Sebagai pencipta dan pengatur alam semesta.
Manusia yang mengkuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an berarti telah memiliki akidah yang benar. Sebaliknya, manusia yang tidak mengikuti petunjuk-petunjuk  Al-Qur’an tidak memiliki akidah yang benar. Inti akidah islam yang mengakuit bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWt. Berarti telah memperoleh nikmat dari Allah SWT. Baik di dunia maupun di akhirat.

Hadis 

Hadis ialah segala ucapan, perbuatan, dan takrir Nabi Muhammad SAW. Di dalam islam, hadis menjadi dasar hukum kedua setelah Al-Qur’an. Hadis dijadikan sumber hukum akidah karena ada beberapa alasan berikut:
a. Segala yang diucapkan Rasulullah SAW. Berdasarkan wahyu dari Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-Haqqah: 44-46).

 “seandainya dia (Muhammad) mengucapkan sebagain perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian, benar-benar Kami potong urat tali jantungnya (Q.S. Al-Haqqah:44-46)”

ayat diatas menjelaskan peringatan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi secara umum ditujukan kepada orang-orang yang masih ragu-ragu dalam menerima Islam. Ayat tersebut dimaksudkan agar manusia meyakini bahwa apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW benar-benar berasal dari Allah SWT.

b. Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada manusia untuk mengikuti kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana firman Allah SWT.

....... apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah..... (Q.S. Al-Hasyr:7)”

Apa yang disampaikan rasul kepada umatnya adalah petunjuk dari Allah SWT dan termasuk di dalamnya akidah islam. Oleh sebab itu, setiap orang yang mengaku beriman kepada rasul wajin mengikuti akidah yang diajarkan, dipraktekkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

c. banyak ayat Al-Qur’an yang masih bersifat umum, termasuk ayat-ayat yang membahas tetang akidah. Terhadap ayat yang bersifat umum itulah hadi Nabi Muhammad memberikan penjelasan secara rinci, sebagaimana contoh dalam Al-Qur’an.

“sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatu apapun kepada-Nya..... (Q.S. An-Nisa: 36)”

Ayat diatas tidak menjelaskan tentang bentuk perbuatan yang menyukutukan Allah SWT. Oleh karena itu, di dalam hadis dijelaskan bentuk menyekutukan Allah SWT, misalnya memuja patung buuatan sendiri, meminta toong kepada jin, setan, atau roh orang yang telah meninggah, dan selalu mengikut dan mengumbar hawa nafsu.

Dengan kata lain, tujuan akidah islam adalah membimbing kepada manusia agar menempuh jaran yang benar. Satu-satunya jalan yang benar adalah mengikuti petunjuk Allah SWT melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berupa Al-Qur’an. Sebagaimana firmal Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah (Al-Jin: 1-2)

“ Katakanlah (Hai Muhammad),” telah diwahyukan kepadaku bahwanya telah mendengar sekelompok jin (akan Al-Qur’an,” lalu mereka berkata,” sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya, dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorang pun dengan Tuhan kami.” (Q.S. Al-Jinn:1-2).

Rasulullah SAW ditugaskan Allah SWT untuk membimbing manusia dengan beradasarkan wahyu-Nya agar manusia mengikuti petunjuk Allah SWT. Manusia yang mengikuti bimbingan dan arahan dari Rasulullah akan mencapai kebahagian hidup yang hakiki dan sejahtera di dunia dan bahagia akhirat.

Tujuan Mempelajari Akidah Islam

Jika seseorang mempelajari sesuatu pasti memiliki tujuan, betul tidak teman-teman? Begitupun denagn mempelajari akidah islam ini, baik dari guru, buku ataupun dari gadget masing-masing, yaitu untuk mengetahui aspek akidah islam sehingga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.
Tujuan mempelajari akidah islam secara umum kami bagi ke dalam 3 uraian, seperti:
  • Menghindarkan diri dari dari pengaruh kehidupan yang sesat, sebagaimana firman Allah: Katakanlah,” jika kamu (bernar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ali Imran:31) 
  • 2. Mengetahui petunjuk yang benar sebagai pedoman agar dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk, sebagaimana firman Allah SWT. ...... Al-Qur’an (itu) sebagai petunjuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil).... (Q.S. Al-Baqarah: 185).
  • 3. Lebih memupuk ketebalan iman dengan cara mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Manfaat Mempelajari Akidah Islam

  • Manfaat yang dapat diperoleh setelah mempelajari akidah Islam, antara lain:
  • Kita dapat mengikuti akidah dengan benar serta menjadikannya pegangan hidup yang pasti dengan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat.
  • Kita tidak mudah terpengaruh kepercayaan yang tidak sesuai denga akidah Islam, yang tentu saja bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadis.
  • Kita dapat memperoleh ketentraman hidup jasmani maupun rohani.
  • Kita dapat melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dengan ikhlas karena Allah karena kita berpegang pada akidah yang benar.
  • Kita mempunyai sikap istiqamah dan lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Perilaku yang Sesuai dengan Nilai-Nilai Akidah Islam

Adapun perbuatan atau perilaku yang sesuai dengan akidah Islam adalah:

1. Beribadah kepada Allah SWT dengan hati yang ikhlas tanpa perasaan terpaksa atau merasa terbebani.

2. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memurnikan ajaran Allah SWT dari pengaruh syirik, yaitu perbuatan yang menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah.

Artinya:

Padahal, mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.... (Q.S. Al-Bayyinah: 5)

3. Tidak memohon pertolongan kepada selain Allah SWT, misalnya kepada jin, setan, dan roh nenek moyang. Manusia harus tetap meyakini bahwa pada hakikatnya Allah SWT adalah yang memberi pertolongan, sebagaimana firman Allah SWT.

Artinya:

Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan (Q.S. Al-Fatihah: 5).

4. Berusaha untuk mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Usaha ini diwujudkan dengan berusaha mencapai yang halal serta menjauhi segala sesuatu yang haram.

5. Tidak mempercayai adanya makhluk yang dapat mengatur nasib hidup manusia, seperti rezeki, jodoh, dan kematian.

Itulah informasi seputar pengertian akidah Islam, semoga bisa memberikan manfaat bagi teman-temanku sekalian. Sekian dan Terima kasih.

Comments